My Sosial Media

Surat Kecil untuk Malaikatku



Hari ini.. Saat aku mengetik  tulisan ini, adalah hari yang kesekian kalinya aku disadarkan tentang sebuah rasa sayang, rasa sayang seorang Ayah dan seorang Ibu yang tak kenal lelah memberi  pengertian untukku, menyayangiku tanpa kenal batas, serta mendukungku saat semua orang di dunia ingin menjatuhkanku.

Kumulai teringat sebuah kehangatan saat berada disisi mereka, kehangatan yang memberiku sebuah tawa lepas, kehangatan yang memberiku senyum lebar, serta kehangatan dari sebuah setuhan yang meyakinkanku kalau semua belum berakhir, tapi baru saja dimulai.

Rindu, ya.. aku rindu kehangatan itu, aku rindu cara mereka memperlakukanku, Aku rindu cara Ayah mengajariku, Aku rindu cara Ibu membangunkanku, dan aku merindukan semua hal tentang mereka.

Saat ini ingin sekali rasanya berada disisi mereka, bercerita, saling membagi tawa, dan mengungkapkan keresahaan yang selalu timbul dalam pikiran kecilku.

Aku teringat bulan Ramadan tahun lalu (2015), dimana waktu itu aku masih bisa berada disisi mereka, Pergi shalat tarawih berasama, makan sahur bersama,  buka puasa bersama, dan untuk saat ini itulah hal yang paling kurindukan, karna bulan Ramadan tahun ini (2016) aku tak ada disisi mereka, tapi bukan berarti aku harus bersedih, karna setidaknya aku masih bisa mendengar hangat suara mereka saat bertanya bagaimana keadaanku walaupun itu lewat perantara sebuah ponsel, tapi setidaknya itu bisa meredam rasa rinduku.

Aku tak tau harus berkata apa untuk mengungkapkan kerinduanku, kubolak balik mencoba mencari kata yang pas untuk mewakili prasaanku, namun aku tak dapat menemukan kata itu, yang aku temukan hanya perasaan yang mendesir di dalam hatiku, seperti ombak yang tak kenal henti menerjang karang yang tak bersalah.

Kumulia teringat tingkah masa lalu, teringat saat Aku kecil dulu, saat takut ibu menenangkanku, saat salah Ayah menegurku, dan saat menang mereka tersenyum padaku, dan yang paling indah dari semua itu adalah saat mereka tersenyum padaku, menyebut namaku, dan berkata bahwa mereka bangga padaku, dan akan selalu begitu.

Aku yang ada dikejauhan hanya bisa berDo’a, Semoga Ayah & Ibu diberi kesehatan, dan aku berharap Semoga ALLAH memberiku kesempatan agar bisa membahagian mereka, Malaikatku.. Malaikat Tak Bersayap..

2 Komentar untuk "Surat Kecil untuk Malaikatku"

Tuliskan sesuatu Sob di kolom komentar ! ;D

Kontributor

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel