My Sosial Media

Cinta Sejati


 
Cinta Sejati
Cinta Sejati By Muhammad Abduh

                Sore itu di tepi danau tepat dibawah sebuah pohon ada sosok yang tak asing  yang biasa menghabiskan waktu sorenya di danau kimoco ,Namanya Rendi, Rendi memiliki wajah yang sangat tampan berbentuk oval, memiliki kulit putih dan cukup mulus untuk kriteria kulit pria, postur tubuhnya atletis karna kebiasaan Rendi yang sangat menyukai Olahraga. Rendi tinggal di Desa Senjawa, Desa yang cukup maju dan semua fasilitas yang ada dikota-kota besar sudah ada di desa ini, Rendi terlahir dari keluarga yang berkecukupan, Pak Wibowo Ayahnya Rendi adalah wiraswasta yang memiliki peternakan Ikan dan Sapi yang cukup besar. Sedang Buk Ratih ibunya Rendi menjabat sebagai kepala sekolah di SD yang ada di desa Senjawa, Rendi adalah anak semata wayang dari pasangan Wibowo dan Ratih, jadi tidak heran kalau mereka sangat memanjakan Rendi, Tapi hal itu sangat bertentangan dengan kepribadian Rendi yang Mandiri dan serta mencintai kebebasan. Rendi sedang asik memainkan gitar kesayangannya hadiah dari almarhum pacarnya yang meninggal satu tahun yang lalu, namanya Yuni. Sebelum yuni meninggal, Rendi tidak tau kalau pacarnya menderita kanker, Rendi tau yuni mengidap kanker setelah kepergiannya, itupun karna diberi tahu oleh ibunya yuni, bu asma. Sebelum Yuni menghembuskan napas terakhirnya, yuni menitipkan sebuah surat pada buk asma, dan yuni meminta ibunya agar memberikan surat itu pada Rendi setelah pemakamannya.

                Sudah hampir satu jam rendi duduk di tepi danau itu dengan ditemani gitar pemberian kekasihnya, beberapa saat kemudian Rendi teringat kalau hari ini adalah hari kepergian yuni, dan rendi juga teringat surat yang diberikan yuni yang belum sempat dibacanya, karna bagi rendi, jika dia membaca surat yang diberikan kekasihnya, itu artinya dia telah mengakui kepergian yuni dan hubungan mereka juga telah berakhir, karna rendi tidak menginnginkan hal itu, jadi rendi tidak mau membaca surat itu dan terus menyimpan surat itu dalam dopetnya.

                Sudah satu tahun terahir ini setelah kepergian yuni, Rendi dibuat penasaran dengan isi surat itu, namun tetap saja rasa penasarannya terus ia lawan karna cintanya yang cukup besar pada yuni.

                Rendi memiliki seorang sahabat, namanya Roy, Rendi dan Roy sudah bersahabat sejak mereka masuk di SMP yang sama, SMP bankti yang ada Senjawa. Persahabatan mereka dimulai karna mereka sama-sama menyukai olahraga fudsal, dan kebetulan Roy dan Rendi adalah pemain andalan sekolah mereka. Dan tahun ini Roy dan Rendi baru saja selesai UN dan sedang masa liburan. Roy memiliki perawakan atletis, hal itu karna Roy yang cukup rajin fitness, jadi wajar kalau Roy memiliki tubuh yang cukup berotot,bentuk  wajahnya oval dan lumayan tampan, namun bila disandingkan dengan Rendi, Roy masih ada dibawah Rendi.

o   Roy  : Rendi.. panggil Roy, menghancurkan lamunan Rendi yang sedang duduk di teras rumah, ngapain lho Ren? Dari tadi gue perhatiin lho bengong aja.. mikirin apa lho?
o   Rendi : Gak ada apa-apa, gue ingat yuni aja.
o   Roy : Sampai kapan lho kayak gini ren, udah satu tahun yuni pergi, masa lho belum bisa lupa in dia, kalau emang lho belum bisa  lupain dia, minimal lho harus ihklasin kepergian dia, biar dia tenang disana.
o   Rendi : Bukannya gue belum ihklasin kepergian dia, tapi tadi sore pas gue lagi di danau gue teringat kalau hari ini adalah hari kepergian yuni, dan yang jadi beban pikiran gue bukan karna hari kepergiannya, tapi karna surat yang diberikan yuni saat hari kepergiannya yang sampai detik ini belum pernah gue baca.
o   Roy : kalau emang hal itu ganggu pikiran lo.. kenapa gak lo baca aja suratnya sekarang, karna semakin lama surat itu lho simpan lho bakalan semakin tersiksa, karna gue yakin dalam hati kecil, lho pengen bangen baca surat itu. Dan yuni juga ngasih surat itu buat lho baca ren.. bukan buat disimpan.
o   Rendi : Iya gue tau.. tapi kalau surat ini gue baca, berarrti hubungan gue sama yuni udah benar-benar berakhir .
o   Roy : Bukannya hubungan kalian udah berakhir ren?? bukannya setelah yuni menghembuskan napas terakhirnya hubungan kalian juga ikut dia bawa bersama hembusan napasnya.
o   Rendi : Siapa bilang?? Siapa bilang hubungan kita berakhir? Yuni tidak benar-benar pergi, dia sekarang berada disuatu tempat sedang menunggu kedatanganku.
o   Roy : Lho udah gila ya ren?? Yuni itu mati Rendi, dan orang mati tidak akan pernah kembali. Sekarang sebagai seorang sahabat gue mintak lho buat baca surat dari Yuni, karna gue yakin dalam surat itu Yuni meninggalkan pesan yang sangat berharga buat lho, dan gue yakin banget, yuni gak akan pernah senang melihat lho kayak gini.ucap Roy sambil menggenggap lengan Rendi dengan kedua tangannya.
o   Rendi : Kalau emang dia gak senang liat gue kayak sekarang, trus kenapa dia tega ninggalin gue Roy?
o   Roy : Emang Yuni meninggal atas keinginannya ren? Gak… dia meninggal bukan atas kemauannya, dia meninggal akibat kanker parah yang di deritanya.
o   Rendi : Tapi kenapa sebelum kepergiannya ,dia gak pernah cerita kalau dia mengidap kanker, kenapa gue baru tau setelah kematiannya?
o   Roy : Itu karna Yuni sayang banget sama lho ren, dan dia gak mau melihat orang yang sangat disayanginya khawatir karna penyakit yang di deritanya, makanya dia merahasiakan hal itu dari lho. Dan sekali lagi gue tegasin, yuni bakalan sedih banget kalau sampai tau lho terus-terusan kayak gini, jadi kalo emang lho sayang sama Yuni, Lho harus move on dari dia, karna seperti kata pepatah “  Yang mati biarkan dia pergi, dan yang hidup harus tetap hidup” , dan gue sebagai sahabat lho minta lho supaya balik ke rendi yang dulu gue kenal, bukan rendi yang lemah kayak sekarang. Itu aja sih. Sambil menampar pundak rendi Roy berkata, ok sob, gue masih banyak kerjaan, gua pergi dulu..

Roy pun berlalu pergi tanpa menoleh ke arah rendi yang mulai meneteskan air matanya.

                Keesokan harinya Roy kembali kerumah rendi dan sesampainya dirumah rendi, Roy mengetok pintu dan setelah beberapa saat pintupun terbuka, ternyata yang membukakan pintu adalah ibunya rendi, buk Ratih. pagi tante, rendinya ada tante, sahut Roy, ada.. bentar ya tante panggi dulu, Rendi.. ini ada Roy panggil buk Ratih. Beberapa saat kemudian rendipun keluar  dari kamarnya dan menghampiri Roy yang sudah menunggu sejak tadi. Udah lama? Sapa rendi pada Roy yang sedang duduk diteras rumah Rendi sambil memandang kearah bunga yang di dekat pagar, baru aja jawap Roy sambil mengalihkan padangannya kearah Rendi. Eh.. lo ada acara gak? Temanin gua gopi yuk ke café yang di ujung jalan.. ucap Roy. Café yang dekat lapangan futsal? Tanya rendi, iya.. kenapa emangnya, lo gak mau? Tanya Roy. Bukannya gua gak mau.. tapi café itu bikin gue ingat sama yuni, karna dulu gue sering banget ngajak dia kesana, ucap Rendi dengan expresi malas. Roy pun menjawap, kalau gak lho aja yang milih tempatnya, yang penting gue bisa keluar sama lho, karna udah lama banget kita gak pernah keluar bareng, ucap Roy dengan penuh harap. Ok jawap rendi.. kita ke café yang didekat taman aja, gue udah lama banget gak kesana. yaudah ayok sambut Roy, tapi kita bawa motor lho aja ya ren.. soalnya bensin gue mau abis, lho gak mau kan saat ditengah jalan kita kehabisan bensin? Bujuk Roy..  Walaupun Rendi sebenarnya tau bensin Roy masih banyak, tapi rendi tetap mengiyakan, karna Rendi tau karakter sahabatnya yang gak pernah mau rugi.

Rendi dan Roy pun berangkat dengan motor kesayangan Rendi Yamaha R6. Setelah hampir lima menit diperjalanan ahirnya Rendi dan Roy sudah sampai di café yang dimaksut, dan ternyata café yang dimaksut rendi adalah café obor, tempat mereka biasa nongkrong saat masih kelas 1 SMP. O.. jadi café ini yang lho maksut ren.. udah lama banget ya kita gak kesini, tumben lho masih ingat ini café ucap Roy. Rendi hanya tersenyum dan merekapun memasuki café, rendi dan Roy pun duduk ditempat yang dulu menjadi meja favorit mereka, disudut dekat pot bunga serta disampingnya ada jendela yang menghadap ke taman itulah posisi tempat duduk yang paling mereka sukai di café obor ini. Saat sedang asik-asiknya menghadap ke taman, Roy dan rendi dikejutkan oleh pelayan yang hendak menanyakan pesanan, mau pesan apa mas Tanya pelayan, dan betapa terkejutnya rendi karna yang jadi pelayan café itu bukan orang yang asing dimatanya. Pelayan café itu bernama Ani, Ani memiliki tubuh yang cukup langsing, kulitnya putih, dan memiliki wajah cantik yang di hiasi lesung pipi.

o   Rendi : Ani.. kamu Ani kn?
o   Ani : Iya.. gue Ani, lho rendi kn? Apa kabar lho ren.. lama gak ketemu.
o   Rendi : Baik.. lho sendiri apa kabar? Eh tunggu lho kerja di café ini?
o   Ani : Gue juga baik.. bisa dibilang gitu, tapi lebih tepatnya bantuin mama, kan lagi libur jadi gak ada salahnya gue bantuin, sekalian nambah pengalaman.
o   Rendi : iya.. iya.. berarti café ini punya keluarga lho donk, tapi kok lho gak pernah cerita?
o   Ani : Gimana mau cerita ren.. ketemu aja baru ini. Lagian café ini juga jadi milik keluarga gue baru satu tahunan. Waktu itu saat gue sama keluarga balik kesini mama beli café ini satu paket sama Rumah yang ada di sebelah café ini.
o   Rendi : O.. gitu… oy.. sampe lupa kenalin ini sobat gue Roy, Roy ini Ani..
o   Ani : Hy.. Gue Ani.. ucap Ani sambil mengulurkan tangannya.
o   Roy : Hy juga.. Gue Roy sahabatnya Rendi..  jawap Roy sambil menerima uluran tangan Ani.
o   Ani : eh.. dari tadi gobrol mulu, kalo ngobrol aja bisa-bisa café keluarga gue bangkrut ni, canda Ani memecah keheningan..
o   Rendi : Yaelah sampai lupa.. cappucino sama tahu kriuknya dua.
o   Ani : ok.. sebentar.. Ani tinggal dulu..
o   Roy : mau kemana Ani?
o   Ani: kan mau nyiapin minuman buat Roy..
o   Roy : jangan lama-lama ya.. ntar gue kangen lagi.. canda Roy.

Ani hanya tertawa seraya berjalan kebelakang untuk menyiapkan pesanan Roy dan rendi. Saat Ani sedang membuat pesanan Rendi dan Roy, Roy mulai mencari tau sosok yang baru dilihatnya.

o   Roy : Sejak kapan lho kenal sama Ani?
o   Rendi : Gue kenal dia udah lama, karna dulu Ani pernah jadi tetangga gue saat masih SD, tapi karna orang tua Ani pindah tugas, jadi mereka pindah ke Bandung, dan sejak saat itu gue gak pernah lagi ketemu sama Ani.
o   Roy : O.. Kok lho gak pernah cerita sama gue Ren?
o   Rendi : Cerita gimana maksut lho Roy?
o   Roy : Cerita kalo lho pernah punya tetangga cantik yang namanya Ani.
o   Rendi : Ada apa ini? Lho suka ya Sama Ani?
o   Roy  : Gak lah.. Gue Cuma penasaran aja.. jawap Roy dengan wajah memerah. Sebagai sahabat kan gue pengen tau..
o   Rendi : Kan lho gak pernah nanya, lagian kan kita baru kenal sejak masuk SMP, jadi mana gue tau kalo lho penasaran sama masa kecil gue.
o   Roy : Iya juga sih.. tapi kira-kira Ani udah punya pacar belum sih?
o   Rendi : Mana gue tau, lho Tanya aja sama orangnya. Jawap Rendi dengan sedikit cetus.

Keheninganpun terjadi dan selang beberapa saat pesanan Roy dan Rendipun datang, namun yang mengatarkan pesanan itu adalah sosok yang lain, saat meletakkan minuman dan makanan yang dipesan Rendi pelayan itu berkata kalau Ani tadi mintak maaf karna gak sempat bilang kalau dia mau keluar sama ibunya, karna dia lagi buru-buru. Kira-kira Ani dan Ibunya mau kemana ya mbak? Tanya Rendi, kurang tau juga sih mas, tapi kalau saya gak salah dengar tadi Buk Ayu Ibunya Ani ngomong ke Ani mau kerumah Sakit. Emang siapa yang Sakit mbak? Tanya Rendi lagi, Kalau itu saya kurang tau mas, jawap pelayan sambil berlalu pergi.

Bersambung ke Cinta Sejati Part 2 >>

2 Komentar untuk "Cinta Sejati"

Tuliskan sesuatu Sob di kolom komentar ! ;D

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel