My Sosial Media

Mitos atau Fakta menggunakan laptop sambil di charge dapat merusak baterai

Assalamualakum Warohmatullah Wabarokatuh.. Selamat Malam, karna kebetulan saya menulis artikel ini malam hari.. Ok.. Pada kesempatan kali ini abduhm7.com akan coba membahas seputar baterai laptop.Sama-sama kita ketahui bahwa baterai merupakan salah satu bagaian yang sangat penting dari sebuah prangkat elektronik, tidak terkecuali laptop, dan sebuah baterai bisa diibaratkan sebagai sebuah nyawa, karna tanpa adanya baterai, laptop kesayangan sobat tidak akan ada artinya, dalam artian tidak akan hidup.  Lah.. kan bisa pake listrik tong?? Itu beda ceritanya sob..  emang sih bisa pakai charger, tapi apa sobat mau terus-terusan terhubung ke arus listrik, dan kalau emang iya.. kenapa sobat gak pakai komputer aja? Bukankah baterai merupakan salah satu hal yang membedakan antara sebuah laptop dan komputer  ( Selain bentuknya yang lebih kecil, dan beberapa perbedaan lainnya).
abduhm7
Ilustrasi batrai laptop Source : Google
Sekarang kita lanjut ke poin utamanya, Mitos atau Fakta menggunakan laptop sambil di charge dapat merusak baterai. Hal ini sangat sering menjadi pertanyaan, Benar gak sih baterai laptop akan cepat rusak jika terus-terusan dicas sambil digunakan??

Banyak sekali pendapat tentang hal ini, mulai dari pendapat yang mengatakan kalau baterai akan awet jika digunakan tanpa di charger. Ada juga yang berpendapat kalau baterai akan lebih awet jika terus-terusan dicas sambil digunakan, dan ini adalah pendapat saya hehehe..
Sebelum kita masuk ke poin mitos atau fakta, saya akan memberi sedikit penjelasan seputar baterai laptop.

Benar gak sih baterai laptop akan cepat rusak jika terus-terusan dicas sambil digunakan??

Jelas ini karena faktor perkembangan teknologi yang belum termutakhirkan dan tentunya terjadi pada laptop keluaran dibawah tahun, Aku lupa jelasanya kapan, tapi kira-kira dibawah tahun 2006 dan umumnya baterai hanya dapat bertahan 300x siklus re-charge. Pemutusan arus listrik ke baterai harus dilakukan karena battery Li-Ion sangat tidak mentoleransi terhadap 'overcharge' jika hal seperti ini tidak diantisipasi akibatnya terjadi kebocoran baterai (perenggangan ion-ion bahasa simple-nya). Apakah dengan cara tersebut baterai tetap aman ?? Tentu saja tidak !! teknologi terdahulu hanya menggunakan controller sederhana. Ingat baterai rentan terhadap suhu terlalu tinggi maupun rendah dan daya baterai penuh yang tidak digunakan juga berbahaya. Jadi sangat sulit untuk membuat kondisi baterai terjaga pada saat itu.

Teknologi termutakhirkan !

Benar gak sih baterai laptop akan cepat rusak jika terus-terusan dicas sambil digunakan??
Inilah masa depan dan tentunya masih terus berkembang, Pada laptop keluaran sekarang baterai sudah dilengkapi controller yang lebih cerdas. Sebut saja 'Trickle charge' dan 'Battery tender' yang sudah umum digunakan.

Cara kerjanya bagaimana ? Intinya ketiganya mengamankan baterai dari over-charging.
Tidak ketinggalan juga sebelum trickle dan tender sudah ada controller baterai terhadap suhu berlebih. Semacam termometer digital yang mendeteksi suhu baterai dan mengendalikan suplai charging tergantung suhu (semakin rendah suhu semakin cepat re-charge battery begitu sebaliknya).Dan tentunya masih banyak controller lainya yang dikembangan dari tahun ke tahun.

Ok.. Setelah basa basi kesana kemari, sekarang kita lihat Mitos dan Faktanya.

Mitos

  1. baterai laptop akan mengalami kebocoran jika digunakan sambil di cas.
  2. baterai bisa koslet ketika di charger dalam keadaan batray penuh.
  3. baterai harus dibiarkan sampai lemah baru di charger (cas).
  4. baterai harus dilepas ketika bermain game.
  5. Jika baterai penuh harus di cabut adaptornya.

Fakta

Karena setiap baterai itu memiliki cycle count. Semakin sering di charging (pengisian) lalu discharging (pengosongan) akan mengurangi cycle count tadi. Jika cycle count nya sudah melebihi batas yang ditentukan, efeknya baterai drop. Jadi laptop sebaiknya menggunakan baterai dan charger di colok ke listrik. Karena produsen- produsen laptop memang menganjurkan demikian, dan sudah mendesign laptop seperti itu, jadi jika baterai full biarkan saja adaptornya dicolok ke listrik gak usah dilepas, karena baterai- baterai laptop sudah memiliki controll baterai, jadi ketika baterai sudah penuh akan otomatis stop charging.

Kesimpulan : Tergantung dari jenis baterai atau laptop yang sobat gunakan, jika laptop sobat keluaran dibawah tahun 2006, mungkin mitos yang saya sebutkan di atas ada benarnya, tapi jika melihat dari fakta yang disebutkan produsen laptop, walaupun laptop tersebut keluaran dibawah tahun 2006 mitos diatas tetap saja tidak berlaku selama arus yang sobat gunakan stabil.

Bagaimana menurut sobat tetang mitos dan fakta seputar baterai laptop? Ayo tinggalkan pendapat sobat di kolom komentar.

18 Komentar untuk "Mitos atau Fakta menggunakan laptop sambil di charge dapat merusak baterai"

  1. informasinya bagus gan sangat membantu yang gaptek, tadinya saya percaya banyak yang mengatakan kl charger laptop dipasang terus akan merusak baterai sm hardware..
    tapi pas saya coba cabut pasang - cabut pasang, pas baterainya lemah... eh malah jadi sakit laptopnya, jadi saya bawa ke servis..
    dan sekarang sy ga pernah lagi cabut pasang, alhamdulillah ga pernah sakit lagi tuh.. trim's gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap gan. Terima kasih telah berkunjung gan.

      Hapus
  2. gan ,jadi kalau batre udah full gausah di cabut gapapa ?saya mikirnya malah kalo batre habis saya isi full ,kalo udh full saya cabut biar gk overcharge , laptop saya Asus A442U

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak apa-apa gan. Selama tengangan listrik stabil tidak ada masalah.

      Hapus
  3. HAHAHAHAHAH LOL. KAU INI ABDUH TOH?

    BalasHapus
  4. Kan kalo udh penuh trus gk dicabut.. Kan batrenya 100% trus apa bisa ngurang walaupun lgi di colok??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saat laptop terhubung ke charger, secara otomatis yang akan digunakan adalah arus listrik yang masuk (Secara gak langsung batrai tidak akan digunakan) jadi batrai akan tetap full selama charger terhubung (Beda cerita kalau mati lampu :D).

      Hapus
  5. kak mau tanya jadi bagusnya tuh baterai gausah dicabut aja ? jadi ga papa nempel terus sambil di cas ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selama ada colokan buat nge cas. gak usah di cabut charger-nya sob. Biar batrainya lebih awet. Ketika batrai sudah penuh secara otomatis Daya yang digunain laptop itu arus listrik. jadi otomatis batrai gak dipaki selama ada aliran listrik yang masuk. Efek positifnya batrai jadi jarang kepake dan bakalan lebih awet.

      Hapus
  6. min kalau toshiba portege m600 keluaran 2007 bisa gak soalnya kayak ada tanda dicas gitu walaupun udah penuh... gak apa2 kan

    BalasHapus
  7. takut kembung batere nya soalnya laptop ane keluaran thn 2007 tahun segitu

    BalasHapus
  8. Kirain kemaren gak boleh mainin laptop sambil di cas. Udah ribet banget sih gara-gara takut mainin laptop sambil dicas, Padahal lagi ngerjain skripsi, jadinya pas batrai lowbat matiin dulu baru dicas, padahal itu lagi semangat-semangatnya ngetik.

    Siap lah kak. next selama ada colokan bakalan cas terus ni.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke. Semoga skripsinya cepat kelar. ckckckck.

      Hapus
  9. Gan, mau tanya bukannya klo kita main game sambil di charge bisa ngurangin level baterai y? Jadi selama ini saya g pernah main sambil charge, jadi apakah boleh main game sambil ngecharge? Saya baterai tanam (a442uf)

    BalasHapus
  10. Gan Laptop saya Dell Inspiron 15 5000 series, Baterainya tanam, apa aman jika saya mencharge laptop karna sudah low sambil dinyalakan karna sedang mendownload?

    BalasHapus
  11. Tapi, bagaimana dengan yang katanya main saat dicas bikin sel baterai tidak stabil dan mempercepat sel baterai rusak? Apa lbih baik ga dicas saat dipakai?

    BalasHapus

Tuliskan sesuatu Sob di kolom komentar ! ;D

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel